Minggu, 26 Juni 2011

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN NERACA



TUGAS KELOMPOK
Analisis perbankan syariah 1
Tentang :
Analisis laporan keuangan neraca
Oleh Kelompok 5 :

FITRI AWALIA                   : 09 202 005
TIA IRMALA SARI            : 09 202 012
FAATHI RISQHI                 : 09 202 020
LINGGA DESVITA            : 09 202 031
NOVA WIWI OKTAVIA    : 09 202 035
ROMI WIDODO                  : 09 202 041

Dosen:
Fitri Yenti.S.E.I
JURUSAN SYARIAH PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
BATUSANGKAR
2011
KATA PENGANTAR

Assalammualaikum Wr. Wb
            Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, Karena berkat rahmat dan karunia nya penulis dapat menyelesaikan makalah pada kesempatan kali ini. Dan tidak lupa pula penulis memohonkan salawat beserta salam kepada Allah agar disampaikannya kepada junjungan kita yakninya nabi Muhammad SAW, Karena telah membawa kita dari zama yang tidak berpendidikan dan tak beradap ke zaman ytang berintelektual dan berpendidikan seperti yang kita rasakan pada saat sekarang ini.
            Kami sebagi penulis makalah yang kesempatan kali ini akan mencoba menjelaskan tentang ANALISIS LAPORAN KEAUANGAN NERACA. Dalam penulisan makalah ini tentu kami penulis mengalami banyak kesulitan terutama dalam proses pencarian bahan dan sumber sumber yang ada yang dapat menunjang terselesainya makalah ini, tapi atas bantuan dan dukungan dari teman teman semua,Dosen pembimbing dan terutama sekali dukungan moril dan materil dari orang tua penulis sendiri. Atas dukungan itu maka penulis mengucapkan  terimakasih karena atas dukungan itu penulis dapat  menyelesaikan makalah ini dengan sebaik baiknya.
            Meskipun makalah ini masih jauh dari kesempurnaan tapi penulis mengharapkan agar makalah ini dapat bermamfaat bagi kita semua dalam menambah wawasan keilmuan kita . Untuk itu terlebih dulu pemakalah mengucapkan terimakasih atas perhatiannya. Dan penulis mengucapakan selamat membaca makalah ini dan mudah mudahan bahasa yang ada dapat mudah dimengerti, Amien!!!!
                                                                                                            Batusangkar, 14 Aril 2011


Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang Masalah
Dalam sebuah perusahan atau lembaga keuangan seperti perbankan, laporan keuangan merupan suatu komponen yang paling penting dalam menjalan kegiatannya, salah satunya adalah laporan neraca, dengan membuat neraca kita bisa menyusun laporan laba rugi dan perubahan modal. Karena segitu pentingnya maka dalam mentusun neraca kita harus teliti dalam memasukkan dan memperkiran akun akun yang ada.Oleh karena itu pada kesempatan kali inin pemakalah akan mencoba membahas tenytang laporan neraca ini,.

2.      Rumusan Masalah
Dalam laopran neraca ini pemakalah akan mencoba memnbahas tentang
1.      Pengertian Neraca
2.      Komponen komponen yang ada pada Neraca

3.      Tujuan
Makalah ini penulis susun unttuk menambah wawasan penulis dalam belajar serta mengembangkan pengetahuan yang penulis ketahui, terlepas dari itu makalah ini juga disusun atas tugas kelompok yang telah diserahkan kepada penulis, penulis berharap dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan kita semua amieen.










BAB II
PEMBAHASAN
ANALISIS KEUANGAN (NERACA)

A.    PENGERTIAN NERACA (BALANCE SHEET)
Neraca merupakan laporan keuangan yang disajikan untuk menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang meliputi kekayaan (Asset) dan sumber perolehannya dari hutang atau kewajiban (Liability) dan modal (Equity).
Neraca (balance sheet) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang disusun secara sistematis dan cronologis tentang kekayaan suatu perusahaan pada periode tertentu (menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tertentu).[1]
      Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal yang dihubungkan dengan persamaan berikut:
A k t i v a = K e w a j i b a n + M o d a l
Neraca dibuat pada waktu tertentu artinya menunjukkan kondisi keuangan pada perusahaan pada tanggal tertentu bisa pada posisi harian, akhir minggu, akhir bulan bahkan akhir tahun. Biasanya neraca ini dilaporkan pada akhir tahun.
Salah satu tujuan pelaporan keuangan biasanya dikatakan untuk membantu investor kriditur, dan pihak-pihak lain menaksir besar, waktu (timing), serta tingkat ketidakpastian aliran kas suatu perusahaan atau entitas. Tujuan yang lebih pesifik adalah untuk memberikan informasi mengenai sumber daya ekonomi, kewajiban dan modal sendiri dari suatu entitas atau perusahaan. Informasi tersebut diringkas dalam neraca. Neraca dengan demikian meringkaskan posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Neraca menampilkan sumber daya ekonomis (aset), kewajiban ekonomis (hutang), modal saham dan hubungan antar item tersebut.
Neraca dimaksudkan pihak eksternal untuk menganilis :
1.      Likuidasi perusahaan
2.      Fleksibilitas keuangan
3.      Kemampuan operasional
4.      Kemampuan menghasilkan pendapatan selama periode tertentu.

Bentuk atau format neraca dapat disajikan dalam dua bentuk laporan yaitu;
·         Skontro (rekening). Laporan bentuk skontro atau rekening menyajikan rekening dalam dua sisi. Sisi kiri biasanya disebut Aktiva berisi semua akun klasifikasi Aktiva, dan sebelah kanan biasanya disebut Pasiva terdiri dari Kewajiban dan Modal.
·         Stafel (laporan). Laporan bentuk stafel atau laporan, penyajiannya dibuat secara berurutan mulai dari Aktiva, Kewajiban dan Ekuitas.

B.     KOMPONEN POKOK NERACA
Komponen-komponen pokok pada neraca yaitu:
1.      Aktiva (Asset)
a.       Aktiva lancar
Aktiva lancar merupakan aktiva yang paling mudah yang cepat dijadikan uang atau kas. Pengelompokannya terdiri atas kas, piutang dagang, persediaan dan investasi.
·         Kas dan bank
Adalah aset yang likuid, oleh karena itu ditempatkan dalam urutan teratas dalam kelompok aktiva lancar. Yang dimaksud dengan kas adalah uang tunai yang dimiliki oleh perusahaan dan uang yang disimpan di bank.
·         Surat-surat berharga
Merupakan surat-surat investasi dalam jangka pendek yang dapat segera di jual dan di konversikan menjadi kas yaitu saham dan obligasi.
·         Piutang dagang
Adalah piutang yang timbul karena adanya penjualan baarang dan jasa yang tidak dibayar secara tunai.
·         Piutang wesel
Adalah piutang yang timbul karena adanya penjualan non tunai kepada para pelanggan dan sebagai janji pembayaran pelanggan memberikan dokumen kredit yang resmi disebut juga dengan wesel atau promes (promissory note)
·         Piutang lain-lain
Adalah rupa-rupa piutang yang meliputi pinjaman kepada karyawan dan anak perusahaan, piutang bunga dan piutang pajak.

·         Persediaan barang dagang
Merupakan aset berwujud berupa barang yang menjadi komoditas untuk dijual dan menghasilkan uang.
·         Pembayaran uang muka
Adalah uang tunai yang sudah dikeluarkan sebagai uang muka bagi pembelian suatu barang.
·         Biaya dibayar di muka
Merupakan biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan perusahaan dimasa yang akan datang. Seperti biaya sewa kantor yang telah dibayar sekaligus dimuka.
b.      Aktiva tetap
Aktiva tetap merupakan aset yang diperoleh untuk digunakan dalam operasional perusahaan dengan jangka waktu lebih dari satu tahun, dengan maksud tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan dan nilainya besar atau material.
Kriteria aset tetap yaitu:
·         Digunakan untuk kegiatan usaha bukan menjadi komoditas usaha untuk dijual kembali
·         Umur atau jangka waktu pemakaiannya lebih dari satu tahun.
·         Pengeluaran untuk pembelian aset nilainya besar dan material bagi perusahaan tersebut.
c.       Aktiva lain-lain
Aktiva lain-lain merupakan kekayaan lain yang dimiliki perusahaan yang tidak bisa dimasukkan dalam jenis aktiva lancar, aktiva tetap, maupun aktiva tidak berwujud, diantaranya adalah:
·         Biaya pra operasi, yaitu: biaya yang dikeluarkan sebelum menjalankan kegiatan usahanya, seperti biaya perizinan dan biaya akta pendirian perusahaan.
·         Bangunan yang masih dalam penyelesaian, yaitu: bangunan yang fisiknya belum selesai 100 % pada saat dibukukan di neraca.
·         Mesin dalam instalasi, yaitu: mesin yang masih dalam tahap pemasangan dan belum siap dioperasionalkan.
d.      Kewajiban (Liability) dan Modal (Equity)
Kewajiban terbagi  atas 2 yaitu :
1)      Kewajiban lancar
Kewajiban lancar disebut juga dengan kewajiban jangka pendek. Yang merupakan seluruh kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga yang akan dibayarkan dalam jangka waktu 1 tahun kedepan.
Komponen kewajiban lancar diantaranya adalah :
·         Utang dagang, yaitu utang yang muncul dari adanya transaksi bisnis dalam perusahaan yaitu pembelian non tunai dari supplier.
·         Utang bank jangka pendek, yaitu utang perusahaan kepada bank berjangka waktu maksimal 1 tahun.
·         Utang pajak yaitu pajak yang masih harus dibayar oleh perusahaan.
·         Biaya yang masih harus dibayar, yaitu pengeluaran yang telah diakui sebagai biaya tetapi belum dibayar tunai.
·         Penerimaan uang muka, yaitu uang tunai yang diterima perusahaan dari pelanggannya, seperti panjar penjualan barang.
2)      Kewajiban jangka panjang
Kewajiban jangka panjang merupakan kewajiban yang akan dibayarkan ddalam jangka waktu lebih dari 1 tahun.
Komponem-komponem kewajiban jangka panjang meliputi:
·         Utang bank, yaitu uttang bank jangka panjang yang telah dikurangi CPLTD yang mana itu merupakan utang bank jangka panjang yang harus dibayar untuk 1 tahun kedepan.
·         Utang obligasi, yaitu utang perusahaan sehubungan adanya penerbitan surat hutang (obligasi) perusahaan.
Modal :
Modal yaitu hak pemilik atas perusahaan . komponen-komponen modal meliputi :
·         Modal sendiri merupakan modal yang ditanamkan pada saat awal perusahaan beroperasi.
·         Modal saham merupakan jumlah saham yang disetor oleh para pemegang saham.
·         Laba ditahan merupakan bagian dari laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk deviden.
·         Laba tahun berjalan, merupakan laba yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu, yang dihitung berdasarkan laporan laba/rugi.[2]

Contoh Neraca:
PT. INGIN MAJU
NERACA
PERIODE 2011

AKTIVA
KEWAJIBAN & MODAL
AKTIVA LANCAR
   Kas dan Bank                                        Rp x
   Surat Surat Berharga                             Rp x
   Piutang Dagang                                     Rp x
   Piutang Wesel                                        Rp x
   Piutang Lain lain                                    Rp x
   Persediaan Barang Dagangan                Rp x
   Pembayaran Uang Muka                       Rp x
   Biaya Dibayar Dimuka                          Rp x
   Jumlah Aktiva Lancar                            Rp x

AKTIVA TETAP
   Tanah                                                     Rp x
   Bangunan                                               Rp x
   Akumulasi penyusutan Banguna         (Rp x)
   Kendaraan                                              Rp x
   Akumulasi Penyusutan Kendaraan      (Rpx)
   Mesin                                                     Rp x
   Akumulasi Penyusutan Mesin             (Rp x)
   Jumlah Aktiva Tetap                              Rp x


AKTIVA TIDAK BERWUJUD
   Goodwill                                                Rp x
   Paten                                                      Rp x
Jumlah Aktiva Tidak Bewujud                 Rp x

AKTIVA LAIN LAIN
   Biaya Pra Operasi                                  Rp x
   Bangna Dalam Penyelesaian                 Rp x
   Mesin Dalam Instalasi                           Rp x
   Mesin Dalam  Instalasi                          Rp x      
   Jumlah AKTIVA Lain lain                    Rp x
KEWAJIBAN LANCAR
   Hutang Dagang                                     Rp x
   Hutang Bank Jangka Pendek                Rp x
   Hutang Wesel                                        Rp x
   Hutang Pajak                                         Rp x        
   Biaya Yang Masih Harus Dibayar         Rp x
   Penerimaan Uang Dimuka                     Rp x  
jumlah Kewajiban Lancar                         Rp x

KEWAJIABAN JANGKA PANJANG
   Hutang Bank Jangka Panjang                Rp x
   Hutang Pemegang Saham                      Rp x
Jumlah Kewajiban Jangka Panjang          Rp x

MODAL
   Modal Sendiri                                       Rp x
   Modal Saham                                        Rp x
   Laba Ditahan                                         Rp x
   Laba Tahun Berjalan                             Rp x
Jumlah Modal                                           Rp x
JUMLAH AKTIVA                                Rp x
JUMLAH KEWAJIBAN + MODAL    Rp x






















BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa neraca merupakan laporan keuangan yang disajikan untuk menunjukkan kondisi keuangan perusahaan meliputi Aset dan sumber perolehannya dari utang /kewajiban dan atau modal (Equity).
Komponen-komponen pokok pada neraca meliputi, Aktiva (aset) yang terdiri dari Aktiva lancar, aktiva tetap dan aktiva lain-lain. Kewajiban atau liability yang terdiri dari kewajiban lancar (jangka pendek) dan kewajiban jangka panjang. Modal atau equity yang terdiri dari modal sendiri, modal saham dan laba ditahan (laba yang belum dibagi).

B.     SARAN
Dengan adanya pembahasan makalah ini pemakalah berharap dapat bertmanfaat bagi pembaca pada umumnya dan pemakalah pada khususnya.
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu, pemakalah mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan makalah kami untuk selanjutnya.


[1]Dr. Mahmud M. Hanafi, M.B.A Dkk, Analisis Laporan Keuangan, (UPP STIN YKPN, Yogyakarta: 2007), Hal. 50.
[2] Yusak Laksmana, Panduan Praktis Acount Officer Bank Syariah, (Kompas Gramedia, Jakarta: 2009), Hal.92-100

Tidak ada komentar:

Posting Komentar