Jumat, 05 November 2010

ORGANISASI BISNIS

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam menjalankan sebuah perusahaan agar berjalan dengan lancar dan mencapai visi, misi dan tujuan yang diinginkan maka perusahaan itu harus terorganisasi dengan baik, dengan pengorganisasian semua aktivitas dapat berjalan dengan baik.
Di dunia bisnis organisasi itu disebut dengan organisasi bisnis dimana di dalam organisasi bisnis itu terdapat spesialisasi kerja yang jelas berdasarkan keahlian dan kemampuan masing-masing karyawan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan mudah dan tidak membutuhkan jangka waktu yang lama.
Sedangkan di dalam dunia bisnis Islam organisasi bisnis itu disebut juga dengan syarikah atau syirkah dan dimana syarikah itu dibedakan pula menjadi beberapa bentuk seperti syarikah al-inan, syarikah al-wajuh, syarikah abdan, syarikah mudharabah, dan syarikah mufaadhah.
Berdasarkan uraian di atas maka perlu rasanya untuk mengetahui lebih jelas apa itu organisasi bisnis dan apa itu syarikah. Oleh karena itu penulis akan berusaha memaparkan hal di atas secara jelas sesuai dengan kemampuan penulis.

1.2 Rumusan Masalah
Di dalam makalah ini penulis akan mencoba memaparkan tentang :
a. Pengertian oeganisasi bisnis, langkah-langkah dan prinsip dalam mendirikan organisasi bisnis.
b. Jenis dan struktur organisasi bisnis dalam dunia Islam dan dunia konvensional.
c. Serta pedoman dalam memilih struktur organisasi yang baik dan tepat.

BAB II
PEMBAHASAN
ORGANISASI BISNIS

I. Pengertian Organisasi Bisnis
Pengertian organisasi menurut beberapa ahli adalah :
 Stephen P. Robbins (1993)
Organisasi adalah unit sosial yang terdiri dari dua orang atau lebih yang dikoordinatorkan untuk mencapai tujuan tetentu.
 Edgar H. Schein (1991)
Organisasi adalah koordinasi sejumlah kegiatan manusia yang direncanakan untuk mencapai suatu maksud dan tujuan bersama melalui pembagian tugas dan fungsi, serta melalui wenang dan tanggung jawab.
 James D. Morey (1977)
Organisasi merupakan setiap kerjasama manusia untuk mencapai tujuan bersama.
 Dwight Waido (1953)
Organisasi adalah struktur antar hubungan pribadi yang berdasarkan atas wewenang format dan kebiasaan-kebiasaan di dalam suatu sistem administrasi.
 Gibsen (1985)
Organisasi adalah suatu satu kesatuan yang memungkinkan masyarakat mencapai tujuan yan tidak dapat dicapai melalui tindakan individu secara terpisah.

Berdasarkan pengertian organisasi menurut para ahli di atas maka bisa dikatakan organisasi bisnis adalah suatu bentuk pengkoordinasian pekerjaan dalam sebuah perusahaan yang berdasarkan wewenang dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam organisasi bisnis tujuan utama dalam membentuk organisasi adalah untuk mempermudah dalam pelaksanaan tugas, serta membagi kegiatan besar menjadi kegiatan kecil. Disamping itu juga untuk mempermudah pimpinan dalam melaksanakan tugas dan pengawasan dan denganpengorganisasian dapat ditentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi.
Di dalam membuat sebuah organisasi bisnis perlu melakukan beberapa langkah yaitu :
 Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi bisnis.
 Membagi beban kerja kedalam aktivitas-aktivitas yang secara logis dan menyenangkan dapat dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang.
 Mengkombinasikan pekerjaan anggota perusahaan dalam cara logis dan efesien.
 Menetapkan mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan anggota organisasi dalam suatu keputusan yang harmonis.
 Membantu efektivitas organisasi danpengambilan langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitasnya.
Agar suatu organisasi bisnis berjalan dengan visi dan misi serta tujuan yang telah ditetapkan diperlukan sejumlah prinsip. Menurut Hardlita (1995) dan Kadarman,et, ai, (1996) ada tujuh prisip organisasi bisnis yaitu :
a. Perumusan Tujuan
Organisasi bisnis harus mempunyai tujuan yang jelas agar bisa menjadi pedoman bagi anggota dalam menetapkan langkah-langkah rasional yang harus ditempuh perusahaan.
b. Kesatuan Arah
Kesatuan arah yang berpangkal dari suatu kesatuan visi organisasi akan membawa seluruh SDM organisasi kepada kesatuan langkah guna mewujudkan tujuan organisasi.
c. Pembagian Kerja
Agar pembagian kerja terlaksana dengan baik maka harus sesuai dengan the right man on the righy place. Dengan demikian maka akan mendorong tercapainya efesiensi kerja.


d. Pedelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab
Dalam pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang baik akan menambah motivasi bawahan untuk percaya diri, bekerja lebih baik, kreatif serta bertanggung jawab.
e. Koordinasi
f. Tingkat Pengawasan
g. Rentang Manajemen (Rentang Kendali)
Dengan rentang kendali beberapa bawahan dapat langsung diawasi secara efektif dan efisien yang jumlahnya tergantung pada kondisi yang dihadapai.

II. Jenis dan Struktur Organisasi Bisnis
Jenis-jenis oraganisasi bisnis banyak sekali, di dalam Islam organisasi disebut juga dengan syarikah/ syarikat. Syarikah dari segi bahasa mempunyai makna penggabungan dua gabungan atau lebih sedangkan menurut syara’ syarikah adalah transasksi atau akad antara dua orang atau lebih, yang dua-duanya sepakat untuk melakukan kerja yang bersifat finansial dengan tujuan pencarian keuntungan.
Dalam melakukan atau mendirikan syarikah harus ada tiga rukun yaitu :
 Shighat/ akat (ijab dan qabul)
 Pihak syariku al-mal dan pihak syariku al-badn
 Usaha
Syarikah dalam Islam dapat berbentuk syarikah hak milik (syarikatul amlak) atau syarikah transaksi (syarikatul uqud).

Jenis-jenis syarikah yang tergolong syarikah uqud ada lima yaitu :
1. Syarikah Al Inan
Syarikah al inan adalah syarikah antara dua orang atau lebih yang masing-masing mengikutkan modal kedalam syarikah dan sekalgus menjadi pengelolanya, kemudian keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan.

2. Syarikah Wujud
Syarikah wujud adalah syarikah antara dua orang atau lebih dengan modal dari pihak luar dari keduanya.
3. Syarikah Abdan
Syarikah abdan adalah syarikah antara dua orang atau lebih yang mengandaikan tenaga kerja dan keahliannya saja tanpa menyertakan modal di dalamnya dan keuntungannya dibagi berdasarkan kesepakatan.
4. Syarikah Mudharaban
Syarikah mudharaban adalah syarikah yang terjadi apabila pemilik modal menyerahkan modanya kepada pengelola untuk dikelola atau diusahakan, sedangkan keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan bersama.
5. Syarikah mufawadhah
Syarikah mufawadhah adalah syarikah yang merupakan gabungan dari syarikah inan, abdan, mudharabah dan wujud.
Jenis organisasi di atas merupakan organisasi berdasarkan atau berlandaskan Islam atau syariah. Sedangkan jenis oragnisasi bisnis yang berlandaskan umum atau konvensional terdiri dari beberapa golongan yaitu :
1. Bentuk organisasi berdasarkan jumlah SDM manajemen puncak.
a. Organisasi berpemimpin puncak tunggal.
b. Organisasi berpemimpin puncak dewan.
2. Bentuk organisasi berdasarkan pola hubungan kerja dankewenangan.
a. Organisasi Lini (Ling Organization)
Ciri-ciri
- Skala organisasi masih kecil
- Jumlah yang terlibat masih sedikit
- Spesialisasi belum ada atau masih sedikit
- Pemilik biasanya menjadi pemimpin tertinggi
- Hubungan kerja antara pemimpin dan bawahan bersifat langsung.


Kelebihan/ kebaikan-kebaikan organisasi lini
- Kesatuan komando terjamin sangat baik
- Proses pengambilan keputusan berjalan sangat cepat
- Rasaslidaritas antara kariyawan umumnya tinggi
Kekurangan/ kelemahan organisasi lini
- Maju mundurnya organisasi cenderung bergantung hanya pada satu orang
- Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas
- Pemimpin cenderung bersifat otoritas

Struktur organisasi lini







b. Organisasi Lini dan staf (Ling and Staff Organization)
Ciri-ciri
- Skala organisasi besar
- Jumlah yang terlibat banyak
- Adanya spesialisasi kerja
Kebaikan atau kelebihan
- Adanya pembagian tugas yang jelas
- Spesialisasi dalam pekerjaan dapat berkembang, yang pada tahapan berikutnya memberi kesempatan pada karyawan untuk berkembang.
- Disiplin kerja cukup tinggi,



Kekurangan/ kelemahan
- Membawa potensi konflik dalam pekerjaan karena adanya dua kelompk karyawan yang berbeda.

Struktur organisasi Lini dan Staff










c. Organisasi Lini dan Fungsional (Ling and Function Organization)
Dalam organisasi ini terdapat hubungan wewenang lini dan fungsional, struktur fungsionalnya pada umumnya banyak dijumpai pada perusahaan-perusahaan yang memiliki produk tunggal atau lini produk terbatas.
Ciri-ciri
- Skala organisasi besar
- Jumlah karyawan besar
- Aktivitas-aktivitas sudah terspesialisasi
Kelebihan/ kebaikan organisasi lini dan fungsional
- Adanya pembagian tugas yang jelas
- Spesialisasi dalam pekerjaan dapatberkembang, yang tahap berikutnya memberi kesempatan pada karyawan untuk berkembang.
- Disiplin kerja cukup tinggi


Kelemahan/ kekurangan organisasi lini dan fungsional
- Membawa potensi konflik dalam pekerjaan karena adanya dua kelompok karyawan yang berbeda kewenangan.

















d. Organisasi Matriks (Matrix Organization)
Organisasi matriks juga dikenal dengan nama “jaringan”, “manajemen proyek”, dan “produk”.
Ciri-ciri
- Pusat-pusat pertanggung jawaban tertata rapi berdasarkan fungsi dan tanggung jawab program yang di atasnya.
- Organisasi matrik biasanya digunakan oleh perusahaan konstruksi, konsultan dan perusahaan lain yang memerlukan koordinasi dan kinerja tinggi serta membutuhkan keterampilan dan keahlian khusus.

Kebaikan/ kelemahan organisasi matriks
- Dapat memaksimalkan efesiensi penggunaan tenaga-tenaga fungsional dan struktural.
- Memberikan fleksibelitas kepada organisasi dan membantu perkembangan kreativitas serta melipat gandakan pemamfatan sumber daya perusahaan.
- Mendorong kinerja sama antar disiplin dan mempermudah kegiatan perusahaan yang beragam orientasi proyek.
- Membebaskan keterlibatan manajemen puncak dari perencanaan.
Kelemahan/ kekurangan organisasi matriks
- Pertanggungjawaban ganda dapat menciptakan kebingungan dan kebijakan-kebijakan yang kontraproduksi
- Sangat membutuhkan koordinasi horizontal dan vertikal
- Membutuhkan lebih banyak keterampilan perorangan.
- Mendorong potensi timbulnya pertentangan kekuasaan
- Beresiko timbulnya anarki
- Pelaksanaan fungsi pengawasan dalam organisasi jauh lebih sedikit dibandingkan dengan organisasi lainnya.













Struktur organisasi matriks :

Fungsi/ pusat-pusat biasa

Pusat-pusat laba












3. Bentuk Organisasi Berdasarkan Struktur Primer bagi Pencapaian Efisiensi dan Efektifitas.
a. Struktur Organisasi Fungsional
Bentuk organisasi ini banyak dijumpai pada perusahaan-perusahaan yang memiliki produk tunggal atau lini terbatas. Produk, pelenggan atau teknologi merupakan komponen pertimbangan dalam menentukan identitas struktur fungsionalnya. Contoh industri jasa penginapan.
b. Struktur Organisasi Geografis
Bentuk ini biasanya digunakan untuk mengakomodasi perbedaan situasi dan kondisi yang dihadapi dalam mengembangkan penjualan jasa atau produk perusahaan di daerah geografis baru. Ciri khas struktur ini terdapat pada penambahan lapisan manajemen yang mengelola unit geografis (distrik/ wilayah) usaha. Sekalipun disadari penambahan tersebut dapat menimbulkandiplikasi pekerjaan staf di kantor pusat dan distrik.
c. Struktur Organisasi Divisi (Multidivisi)
Merupakan pengembangan dari struktur fungsional yang dilakukan ketika perusahaan melakukan difersivikasi lini produk/ jasa, memamfaatkan saluran pasar yang berbeda atau melayani kelompok pelanggan yang heterogen.

Struktur organisasi divisi






















d. Struktur Organisasi Unit Usaha Strategis
Struktur organisasi ini dibangun ketika perusahaan membentuk kelompok. Kelompok tertentu yang mengkombinasikan berbagai devisi (bagian dari devisi) berdasarkan elemen-elemen startegis yang sama yanglazim dinamai unit usaha starategis (SBU/ strategic business unit ), biasanya didasarkan atas segmen produk pasar yang dilayani perusahaan.
Struktur organisasi unit usaha strategis :











Pedoman untuk memiliki struktur yang baik :
1. Perusahaan produk tunggal atau perusahaan bisnis dominan hendaknya menggunakan struktur fungsional.
2. Perusahaan dalam beberapa lini bisnis yang masih berkaitan hendaknya menggunakan struktur multidivisi.
3. Perusahaan yang bergerak dalam beberapa lini bisnis yang tidak berkaitan hendaknya diorganisasi berdasarkan unit usaha strategi.
4. Perusahaan yang melakukan fokus berganda pada produk fungsi disertai dengan interdependensi dan kompleksitas yang tinggi disarankan menggunakan struktur matriks.
5. Kesesuaan strategi struktur yang dicapai secara dini akan menjadi keunggulan bersaing bagi perusahaan.

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi bisnis dalam Islam berbeda dengan organisasi dalam dunia konvensional. Dalam dunia Islam organisasi disebut dengan syarikah yang memiliki 5 jenis syarikah yaitu syarikah al inan, syarikah al wujuh, syarikah abdan, syarikah muhadarah, dan syarikah mufawadhah. Sedangkan dalam dunia dapat dibedakan berdasarkan, 1. Bentuk organisasi berdasarkan jumlah SDM manajemen puncak, 2. Bentuk organisasi berdasarkan pola hubungan kerja dan tanggung jawab, 3. bentuk organisasi struktur primer bagi pencapaian efisiensi dan efektivitas.

DAFTAR PUSTAKA

1. Yusanto Ismail Muhamad, Widjajakusuna Karebet Muhamad. 2002. Menggagas Bisnis Islam, Jakarta, Geme Insani.
2. Anaraga Pandji, SE.M.M. 2004. Manajemen Bisnis, Jakarta, PT. Rineka Cipta
3. George R. Teryy. 1993, Prinsip-Prinsip Manajemen, Jakarta: PT. Bumi Aksara
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar